Hal senada disampaikan oleh Seksi Pariwisata PWI Kepri, Indra Helmi, yang berharap kemitraan ini mampu mendorong para pelaku usaha pariwisata di bawah naungan ASPPI untuk semakin maju dan berkembang. Buralimar menambahkan, ke depan kedua belah pihak perlu bersama-sama meng-create event berskala besar yang jangkauannya meluas, tidak sekadar terbatas pada publikasi media.
Dalam sesi diskusi, Wakil Sekretaris I PWI Kepri, Muhammad Ikhsan, menyoroti pentingnya penerapan konsep “Jurnalisme Wisata” (Tourism Journalism) guna menghadirkan narasi positif bagi pemulihan dan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
Ikhsan menekankan sejumlah poin penting dalam arah transformasi media di Kepri:
Media di Batam dan kabupaten/kota di Kepri didorong untuk bertransformasi dari sekadar pelapor peristiwa menjadi mitra strategis pencitraan destinasi.
Perumusan standar narasi pariwisata yang ramah mesin pencari (SEO-friendly) serta shareable di berbagai platform digital (Instagram, Facebook Pro, hingga TikTok) guna membidik pasar wisatawan asal Singapura, Malaysia, hingga wisatawan nusantara.
Kolaborasi aktif dalam melawan berita hoaks atau informasi negatif yang kerap mencederai citra pariwisata lokal.
Peran media dalam menjembatani aspirasi asosiasi pariwisata kepada pemangku kebijakan, baik Pemko Batam, Pemprov Kepri, maupun BP Batam, agar iklim investasi dan pariwisata daerah tetap kompetitif.
Pertemuan hangat ini ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen kedua belah pihak untuk segera menindaklanjuti gagasan sinergi ini dalam bentuk kerja sama resmi (MoU) demi membangkitkan sektor pariwisata dan perekonomian Kepulauan Riau secara berkelanjutan. (*/MAN)



