HomeKepriDi Tengah Berbagai Krisis, Ketua LAM Kepri Raja Muhamad Amin Bertitah Jangan...

Di Tengah Berbagai Krisis, Ketua LAM Kepri Raja Muhamad Amin Bertitah Jangan Hilang Persaudaraan

spot_img

Kota ini tumbuh bukan hanya karena pembangunan infrastruktur, kegiatan industri, perdagangan, atau investasi, tetapi juga karena masyarakatnya mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

Menurutnya, kerukunan sosial merupakan modal yang tidak kalah penting dibandingkan kemajuan ekonomi.

Sebab, pembangunan akan kehilangan sebagian maknanya apabila masyarakat tidak lagi merasakan ketenteraman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak para pemimpin, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, kalangan dunia usaha, dan seluruh warga untuk terus memelihara suasana yang kondusif.

Masing-masing memiliki peran dalam menjaga Batam agar tetap menjadi tempat yang nyaman untuk bekerja, membangun keluarga, dan menanam harapan bagi generasi mendatang.

“Kita mungkin datang dari berbagai daerah, membawa adat dan budaya yang berbeda. Tetapi, ketika hidup di Batam, kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga negeri ini. Jangan biarkan perbedaan mengurangi kasih sayang dan kepedulian di antara kita,” tuturnya.

Adat sebagai Penuntun Kebijaksanaan

Sebagai pemangku adat, Raja Muhamad Amin menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai luhur Melayu dalam kehidupan masyarakat modern.

Menurutnya, adat bukan setakat pakaian kebesaran, gelar kehormatan, atau rangkaian upacara. Lebih dari itu, adat merupakan tuntunan moral yang mengajarkan manusia menjaga hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam sekitarnya.

Dalam khazanah Melayu dikenal ungkapan adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah. Nilai tersebut mengandung tuntunan agar kehidupan senantiasa berpijak pada kebaikan, keadilan, dan tanggung jawab.

Karena itu, setiap keadaan yang dihadapi masyarakat hendaknya menjadi pengingat untuk memperkuat kepedulian, bukan melemahkan kebersamaan.

Para pemegang amanah diharapkan terus bekerja dengan kesungguhan dan kebijaksanaan. Sementara itu, masyarakat dapat mengambil bagian melalui sikap saling membantu, menjaga ketertiban, dan menyampaikan aspirasi secara santun.

BACA JUGA  Tekan Angka Pengangguran Terbuka di Kepri Dinas Tenaga Kerja Provinsi Luncurkan Program Magang di Perusahaan Galang Batang

Ia mengingatkan bahwa kesabaran bukan berarti menyerah pada keadaan. Kesabaran justru perlu berjalan bersama ikhtiar, tanggung jawab, dan harapan akan perubahan yang lebih baik.

Di tengah berbagai keadaan yang menguji kehidupan masyarakat Batam, Raja Muhamad Amin berharap semua pihak tetap memelihara optimisme.

Ia mengajak masyarakat tidak membiarkan kegelisahan berkembang menjadi prasangka dan perpecahan. Sebaliknya, setiap tantangan hendaknya memperkuat kesadaran bahwa kehidupan sebuah kota memerlukan kerja sama seluruh pihak.

Baginya, Batam bukan sekadar tempat mencari penghidupan. Kota ini merupakan rumah yang harus dijaga dengan rasa memiliki, kasih sayang, dan tanggung jawab bersama.

“Mari kita rawat Batam dengan hati yang baik, kita jaga dengan akal budi, dan kita bangun dengan semangat persaudaraan. Negeri ini adalah tempat kita hidup bersama. Sudah sepatutnya kita menjaganya bersama-sama,” pesannya.

Raja Muhamad Amin juga mengajak masyarakat mendoakan agar Batam senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.

Ia berharap setiap kesulitan memperoleh jalan keluar, setiap ikhtiar yang baik membuahkan hasil, dan seluruh masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman, tenteram, serta sejahtera.

“Semoga Allah SWT senantiasa melindungi negeri kita, memberikan kekuatan dan kebijaksanaan kepada para pemimpin, serta melimpahkan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Batam.” (*/man)

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI