Ia mengatakan, kebersamaan menjadi modal penting untuk membangun Batam yang semakin maju, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat agar pembangunan Batam terus bergerak dan manfaatnya dirasakan bersama,” katanya.
Rangkaian peringatan kemudian berlanjut pada sore hari melalui upacara penurunan bendera. Ribuan warga kembali memadati Dataran Engku Putri untuk menyaksikan prosesi yang berlangsung tertib dan khidmat.
Sebelum penurunan bendera, masyarakat disuguhi penampilan seni dan budaya serta marching band Bahana Barelang Drum Corps (BBDC). Suasana semakin semarak, sebelum perhatian warga beralih kepada prosesi penurunan Sang Merah Putih.
Momen yang menyita perhatian terjadi setelah bendera berhasil diturunkan dan diterima oleh Inspektur Upacara, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Sebelum bendera disimpan, Li Claudia mencium Sang Merah Putih. Gestur tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap bendera negara sekaligus penghargaan atas perjuangan para pahlawan.
Seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kota Batam berlangsung lancar. Antusiasme ribuan warga menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk menumbuhkan nasionalisme, memperkuat persatuan, dan menjaga semangat gotong royong dalam melanjutkan pembangunan Batam. (*/man)



