Suasana kegiatan semakin hangat ketika Li Claudia menyapa para undangan tidak hanya dalam bahasa Tionghoa, tetapi juga dalam bahasa Dayak. Sapaan tersebut disambut antusias para hadirin, mengingat sebagian anggota PERWAKAB berasal dari suku Dayak di Kalimantan Barat.
Menurutnya, perayaan Cap Go Meh yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus PERWAKAB juga menjadi simbol kebersamaan serta kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Indonesia.
“Malam ini menjadi momen istimewa karena kita merayakan Cap Go Meh yang merupakan bagian dari rangkaian Tahun Baru Imlek. Perayaan ini bukan hanya tentang tradisi, tetapi juga mencerminkan semangat untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut dapat terus memperkuat persaudaraan masyarakat serta membawa energi positif bagi pembangunan Kota Batam.
Di akhir sambutannya, Li Claudia turut menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada para hadirin dengan mengucapkan “Xinnian Kuaile”. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Bupati Sambas, Satono, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya. (*/man)


