Melalui surat edaran itu, seluruh unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, camat dan lurah se-Kota Batam, pimpinan perusahaan, perbankan, pelaku usaha, hingga kepala sekolah diajak berpartisipasi aktif menyukseskan gerakan dimaksud.
Sebagai bentuk implementasi, setiap instansi dan lembaga diminta mengerahkan aparatur sipil negara (ASN), pegawai, guru, serta siswa untuk melaksanakan gotong royong secara rutin setiap Selasa dan Jumat sebelum memulai aktivitas kerja maupun kegiatan belajar mengajar.
BACA JUGA: Sekda Firmansyah Paparkan Program Prioritas Pemerintah Kota Batam yang Bermanfaat bagi Masyarakat
Amsakar menekankan, kegiatan gotong royong tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya bersih serta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan.
“Jika dilakukan bersama dan konsisten, dampaknya akan besar. Lingkungan bersih bukan hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga mendukung iklim investasi dan pariwisata,” katanya.
Pemko Batam optimistis, melalui kolaborasi lintas sektor, Gerakan Masyarakat Batam ASRI dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan partisipasi aktif seluruh elemen, Batam diharapkan semakin tertata dan berdaya saing sebagai kota tujuan investasi dan hunian yang layak. (*/man)


