HARAPANMEDIA.COM, BATAM-Kejadian meninggalnya seorang pria yang kost di kawasan padat penduduk Legenda Malaka menghebohkan warga sekitar. Ia kost di tiga lantai dengan tangga naik yang sempit berdempetan satu sama lain.
Tak ada garis polisi terpasang di lokasi. Kamar kos itu menjadi saksi bisu hubungan personal antara dua laki-laki yang berakhir tragis. Berdasarkan informasi kepolisian, seorang penghuni kamar berinisial R (27) meninggal usai mengalami penganiayaan.
Korban diduga dihantam menggunakan benda tumpul oleh pasangan sesama jenis yakni S alias Do (17). Peristiwa itu dipicu pertengkaran akibat kecemburuan dalam hubungan keduanya. Seorang penghuni kos, mengungkapkan korban dan pelaku telah tinggal di kamar tersebut hampir lima bulan.
BACA JUGA:Â Robinson Purba Nakhodai Pemuda Panca Marga Kepri, Kobarkan Semangat Juang Siap Sejahterakan Anggota
“Kamar mereka di lantai tiga. Empat bulan jalan lima bulan tinggal di sini,” ujar penghuni kost tersebut. Menurutnya, para penghuni kos sudah mengetahui keduanya memiliki hubungan sebagai pasangan.
Hal itu terlihat dari kebersamaan mereka sehari-hari selama tinggal di kos. Ia menyebut, pertengkaran antara keduanya kerap terdengar dari dalam kamar.
“Ga tau pasti masalahnya apa. Kalau ribut sering terdengar. Kadang ada suara barang pecah,” katanya.
Penghuni kost tu menyebut, selama tinggal di kos, hanya korban yang diketahui bekerja. Sementara pelaku lebih sering berada di kamar dan jarang terlihat beraktivitas di luar.
“Yang kerja cuma si korban, jadi hidup dari gaji yang kerja itu lah. Kalau yang satunya lebih sering di kos,” ungkapnya.
Namun, warga kos mengaku baru mengetahui kejadian tersebut berujung fatal setelah korban meninggal. “Kalau sampai meninggal, kami baru tahu setelah kejadian,” tuturnya.


