Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyampaikan rasa bangganya atas kolaborasi yang semakin solid antara agenda internasional dan even lokal.
“Inilah wajah baru pariwisata Kepri. Kolaboratif, terbuka, dan penuh semangat. Sail to Indonesia Goes to Kepri bukan sekadar pelayaran, tetapi momentum untuk memperkuat posisi Kepri sebagai gerbang pariwisata bahari Indonesia,” kata Gubernur Kepri itu.
Ansar menambahkan, kolaborasi antara Sail to Indonesia dan Festival Kopi Merdeka adalah contoh nyata bagaimana pariwisata dapat menjadi sarana diplomasi budaya yang elegan.
Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan 2 juta wisatawan mancanegara di tahun 2025, meningkat menjadi 2,5 juta pada 2026, dan hingga 3,5 juta wisatawan pada 2027 seiring peluncuran Visit Kepri 2027.
Pariwisata Kepri menunjukkan kinerja yang sangat positif, dengan total kunjungan periode Januari-Agustus 2025 mencapai 1.270.460 wisatawan mancanegara dan 2.845.941 wisatawan nusantara.
Dengan semangat kolaborasi dan optimisme yang menggelora, Kepri terus membuktikan diri sebagai destinasi wisata unggulan yang tak hanya indah, tetapi juga hangat, berkarakter, dan berkelas dunia.
Tanjungpinang kini tak hanya menawarkan sejarah, namun juga pengalaman otentik perpaduan kuliner, budaya, dan semangat maritim global.
Hingga 2 November 2025, diperkirakan akan lebih banyak yacht yang terus berdatangan, penanda optimisme bahwa Kepri benar-benar siap menjadi salah satu destinasi bahari terbaik di dunia.
Selama lima hari pelaksanaan, Festival Kopi Merdeka 2025 menyajikan beragam atraksi budaya yang memikat, antara lain Kuda Kepang dan Reog Ponorogo, Fashion Show untuk anak, remaja, dan umum, Barongsai dan Naga, Barongan dan Drum Corp, hingga pementasan puisi bertema kopi.
Tak hanya itu, Festival Kopi Merdeka juga dimeriahkan Bazaar UMKM lokal yang menampilkan produk-produk unggulan daerah.
Suasana akan semakin meriah dengan penampilan spesial artis nasional Anya Tarant & Kania pada 1 November 2025, serta Stevan Pasaribu pada malam penutupan, 2 November 2025. (*/man)


