“Jembatan Batam-Bintan adalah impian masa depan. Proyek ini akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di dua pulau utama Kepri,” tegasnya.
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa kunjungan pihaknya ke Kepri bertujuan memastikan seluruh program pembangunan nasional, termasuk proyek strategis di daerah, berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap pembangunan sarana, prasarana, dan infrastruktur di Kepri terlaksana dengan baik dan berdampak pada penguatan ekonomi serta peningkatan layanan publik,” ujar Lasarus.
Ia menambahkan, Komisi V DPR RI berkomitmen mendukung percepatan pembangunan Jembatan Batam-Bintan sebagai salah satu prioritas nasional yang akan memperkuat konektivitas dan daya saing kawasan.
“Impian membangun Jembatan Batam-Bintan harus kita wujudkan bersama. Ini bukan proyek besar semata, tapi simbol keterhubungan antarpulau di provinsi kepulauan yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura,” ujarnya.
Lasarus mengatakan nilai investasi proyek yang diperkirakan mencapai Rp16 triliun relatif kecil dibanding dampak ekonomi jangka panjang yang akan dihasilkan. “Kita hanya perlu kemauan politik dan kerja keras bersama agar pembangunan ini benar-benar terealisasi,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, BP Batam juga memaparkan sejumlah agenda strategis, termasuk pengembangan bandara dan pelabuhan, kronologi pengalokasian tapak jembatan Batam-Bintan, serta dukungan teknis yang dibutuhkan untuk memperlancar pelaksanaan proyek.
Sejumlah kementerian dan lembaga mitra kerja Komisi V menyatakan siap mendukung langkah Pemprov Kepri dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan. Mereka menilai, percepatan pembangunan daerah akan menjadi cerminan keberhasilan pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan.
“Komisi V DPR RI akan terus mengawal proyek-proyek vital seperti ini. Karena jika daerah maju, maka Indonesia juga akan ikut maju,” pungkasnya. (*/man)


