Ardhianus menambahkan kondisi ekonomi Kepri terus menunjukkan kinerja positif, dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2025 mencapai 7,14 persen, tertinggi di Sumatera.
“Cabai kering menjadi solusi strategis menjaga kestabilan harga. Melalui inovasi ini, kami ingin masyarakat memahami bahwa cita rasa masakan khas Melayu dapat tetap terjaga, sekaligus mendukung kesejahteraan petani,” ujarnya.
Acara ini ditutup dengan pembagian ikan asam pedas kepada anak-anak panti asuhan, serta penyerahan sertifikat Rekor MURI untuk kategori “Masakan Ikan Asam Pedas Terbanyak Menggunakan Cabai Kering”.
Melalui Pekan Rasa Melayu, Hotel Santika Batam bersama Bank Indonesia Kepri dan Pemerintah Kota Batam berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun, tetapi juga momentum pelestarian budaya kuliner Melayu dan penguatan ekonomi lokal.
Acara ini menampilkan kekayaan kuliner khas Melayu, bazar UMKM, dan pemecahan Rekor MURI untuk masakan ikan asam pedas terbanyak menggunakan cabai kering.
Sebanyak 12 bazar UMKM lokal turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, menampilkan aneka produk kuliner dan kerajinan khas daerah.
Salah satu daya tarik utama acara ini adalah penyajian 1.180 paket ikan asam pedas dibagikan kepada anak-anak panti asuhan serta tamu undangan. Di tengah acara berlangsung, pihak Hotel Santika Batam menghadirkan sesi memasak asam pedas secara langsung (live cooking) di area utama acara.
Sesi ini dipandu Rio koki Hotel Santika yang menunjukkan proses memasak asam pedas khas Melayu dengan menggunakan cabai kering sebagai bahan utama.
“Kami ingin memperlihatkan bagaimana cita rasa Melayu bisa dihadirkan melalui olahan yang sederhana namun tetap kaya rempah. Penggunaan cabai kering juga jadi bagian inovasi agar cita rasa asam pedas bisa dinikmati lebih lama,” ujar Rio.
General Manager Hotel Santika Batam, Sukardi, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini menjadi bentuk apresiasi dan kontribusi hotel terhadap budaya Melayu serta lingkungan sekitar.
“Hari ini kita berkumpul memperingati anniversary yang ketiga Hotel Santika Batam. Tahun ini kami tetap menghadirkan bazar UMKM, meskipun skalanya tidak sebesar tahun lalu karena sedang ada pembangunan,” jelasnya. (*/man)


