HARAPANMEDIA.COM, BATAM– Apel peringatan hari Santri tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri dihadiri ribuan santri dan sejumlah tokoh yang ada di Batam. Suasana religius tampak terlihat saat upacara peringatan hari santri tersebut.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, tampil mengenakan sarung, jas hitam dan peci, sementara Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, tampil anggun dalam balutan busana serba putih dengan kerudung.
BACA JUGA: Komisi III Panggil RDP Dinas Lingkungan Hidup Batam Bahas Persoalan Sampah dan Rencana Kerja 2026
Apel tersebut diikuti para santri se-Kota Batam dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Upacara berlangsung khidmat. Tema Hari Santri “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad membacakan amanat Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Mengawali amanatnya, ia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita semua berduka, bangsa ini berduka. Semoga seluruh korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucap Amsakar saat membacakan amanatnya di upacara tersebut pada Rabu (22/10/2025).
BACA JUGA: Optimalkan Tata Kelola Kelembagaan, Kepala BP Batam Sambangi Kejati Kepri
Ia menyampaikan, kehadiran pemerintah melalui Kementerian Agama di lokasi musibah menjadi bukti nyata bahwa negara peduli terhadap pesantren dan para santri. Tragedi tersebut, menjadi pengingat agar semua pihak lebih memperhatikan keamanan dan keselamatan santri di masa mendatang.
Amsakar yang juga Kepala BP Batam itu mengatakan penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada lahirnya Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari pada 1945. Fatwa itu menyerukan kewajiban berjihad mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang kemudian memicu perlawanan rakyat hingga peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya.
BACA JUGA: Jalan Duyung Batuampar Batam Segera Dioverlay dan Dilebarkan Jadi Tiga Lajur


