Sunday, February 22, 2026
HomeKepriKonektivitas Menjadi Kunci Mewujudkan Pembangunan yang Merata di Kepri

Konektivitas Menjadi Kunci Mewujudkan Pembangunan yang Merata di Kepri

Dermaga HDPE ini ditempatkan di sejumlah pulau yang selama ini mengalami kesulitan bagi armada penumpang di daerah pulau untuk merapat.

Setidaknya terdapat lima dermaga HDPE yang telah diadakan: di Pantai Indah Kijang Kabupaten Bintan, Pulau Penyengat Tanjungpinang, Sedanau Kabupaten Natuna, Tambelan Kabupaten Bintan, dan Tarempa Kabupaten Anambas.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat, PT PELNI (Persero) turut mengoperasikan sejumlah armada. Di antaranya KM Kelud yang melayani rute Batam–Tanjungbalai Karimun–Belawan, KM Bukit Raya.

Armada ini melayani pelayaran hingga wilayah terluar Kepri, dengan rute Sribayintan Kijang–Letung–Tarempa–Natuna–Midai–Serasan–Pontianak–Surabaya, serta KM Sabuk Nusantara (48, 80, 83) yang melayani rute-rute antarpulau di Kepri, termasuk Tanjungpinang–Jagoh/Dabo–Pekajang–Blinyu hingga Tambelan–Midai–Penagi–Serasan–Sintete.

Selain itu, sejak 2023 masyarakat Kepri juga telah menikmati layanan pelayaran KMP Bahtera Nusantara 03 yang melayani rute Tanjung Uban–Tambelan–Sintete (Kalimantan Barat).

Kehadiran kapal ini memperpendek rute yang sebelumnya dilayani KMP Bahtera Nusantara 01 yang beroperasi hingga lintasan utara Natuna.

Dengan beroperasinya KMP Bahtera Nusantara 03, waktu tunggu perjalanan semakin terpangkas, sehingga distribusi logistik dan mobilitas masyarakat lebih terjamin. Hal ini juga berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan inflasi di wilayah kepulauan.

Tidak hanya pelabuhan penumpang, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan pelabuhan barang dan logistik. Salah satu langkah strategis adalah pemanfaatan Pelabuhan Selat Lampa di Natuna yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan, pelabuhan ini akan segera difungsikan sebagai pintu gerbang ekspor-impor.

“Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat pengiriman komoditas ekspor dari Natuna dan sekitarnya, serta mempermudah masuknya barang kebutuhan pokok dan material konstruksi bagi masyarakat. Untuk memudahkan eksportir mengekspor produk dari Natuna serta memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Gubernur Ansar belum lama ini.

BACA JUGA  Perbedaan Gula Aren Dan Gula Merah, Bukan Hanya Dari Bentuk Dan Rasa Saja

Data tahun 2024, tercatat jumlah penumpang pelayaran dalam negeri mencapai 4.411.239 jiwa untuk arus kedatangan dan 4.349.252 jiwa untuk arus keberangkatan. Angka ini menegaskan betapa vitalnya peran transportasi laut bagi mobilitas masyarakat Kepri.

Sementara untuk pelayaran luar negeri, arus penumpang di tahun 2024 juga menunjukkan angka yang tinggi. Tercatat, jumlah kedatangan mencapai 2.966.722 jiwa dan keberangkatan sebesar 2.984.756 jiwa. Angka ini menjadikan Kepri sebagai salah satu pintu gerbang utama lalu lintas laut Indonesia dengan dunia internasional.

Selain transportasi laut, Kepri juga mengandalkan transportasi udara. Saat ini terdapat tujuh bandar udara aktif, mulai dari bandara internasional hingga perintis. Data tahun 2024 menunjukkan jumlah penumpang penerbangan domestik mencapai 2.118.419 jiwa untuk kedatangan dan 2.081.125 jiwa untuk keberangkatan. (*/man)

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI