Pihak berwenang mengatakan tindakan mantan kepala kuil tersebut merupakan pelanggaran pejabat publik.
Menurut Letnan Kolonel Polisi Siripong, Sika Golf diduga mendekati mantan kepala kuil dengan mengaku sebagai sosialita kaya raya yang memiliki koneksi dengan para biksu senior untuk mendapatkan kepercayaannya.
Mantan kepala kuil mengakui bahwa ia “naif” dan menyebut tindakannya sebagai kesalahan yang serius.
Ia mengklaim uang tersebut dipinjamkan kepada Sika Golf untuk bisnis keramik, meskipun tidak pernah ada perjanjian tertulis. Meskipun sudah berusaha menagih utang itu melalui kontak media sosial, ia tidak pernah membayarnya. (*)


