HARAPANMEDIA.COM, BATAM- Kementerian ESDM c.q. Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, Dan Konservasi Energi (EBTKE) menetapkan Kota Batam sebagai salah satu Kota Percontohan untuk implementasi Proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI). Penetapan ini berdasarkan surat Dirjen EBTKE nomor B-605/EK.02/DJE/2025. Sebagai tindak lanjut, Kementerian ESDM c.q. Direktorat Jenderal EBTKE menyelenggarakan rapat perdana (Kick-Off) dalam rangka implementasi proyek seti di Batam di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Rabu (25/06/2025).
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad melalui Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M.Pd. mengapresiasi dipilihnya Kota Batam sebagai kota pertama di sumatera untuk proyek SETI ini. Proyek SETI merupakan kerja sama Kementerian ESDM c.q. Direktorat Jenderal EBTKE dengan Kementerian Federal Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim (BMWK) Pemerintah Jerman melalui Proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI), yang dilaksanakan oleh konsorsium yang terdiri dari GIZ, IESR, WRI, dan Yayasan CERAH Indonesia.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam tentunya berterimakasih kepada Kementerian ESDM Cq Direktorat Jenderal EBTKE yang telah memilig Batam sebagai Kota Percontohan untuk implementasi Proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi Kota Batam dengan harapan semoga proyek SETI ini akan mampu meningkatkan penggunaan energi yang berkelanjutan di Kota Batam sekaligus mensosialiasikan pentingnya penggunaan energi tersebut,” ucapnya.
Proyek SETI bertujuan untuk mendukung ekosistem kelembagaan, peraturan, dan keuangan yang efektif yang menunjukkan langkah Indonesia menuju transisi energi yang berkelanjutan. Kota Batam dipilih sebagai salah satu kota percontohan pertama SETI sejalan dengan tujuan SETI untuk mendorong dan mendukung terciptanya ekosistem enegri berkelanjutan di kota-kota yang menunjukkan potensi yang besar.
“Tentunya melalui acara pada hari ini dapat mendorong transisi energi di daerah lain khususnya di Kota Batam. Peran Kota Batam sebagai pusat pertumbuhan tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi hub bagi inovasi dan implementasi berbagai macam teknologi, salah satunya adalah teknologi yang terkait dengan energi baru terbarukan,” tuturnya.


