HARAPANMEDIA.COM, BATAM- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyinggung soal kelanjutan pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) di Batam, Kepulauan Riau yang tertunda.
“Dengan Korea memang sudah habis masa waktunya 2 tahun, kita sekarang sedang meng-exercise kurang lebih kerja sama dengan pihak lain di luar Korea yang memang masa waktu kerjasamanya sudah selesai. Namun demikian sebagaimana tadi saya sampaikan tentu pembangunannya akan terus dilakukan,” ujar Meutya di Kantor Kemkomdigi, Kamis (20/3).
Meski demikian, Meutya masih belum bisa memberikan informasi pihak mana yang akan dilibatkan dalam melanjutkan pembangunan data center tersebut.
“Kita nanti dengan siapa kita akan putuskan bersama di pemerintah. Tapi yang memang rencananya tentu akan tetap membangun data center di berbagai wilayah, termasuk di wilayah tersebut,” tuturnya.
Pada Februari, Komdigi mengatakan proyek pembangunan PDN Batam dihentikan. Hal tersebut disampaikan di tengah pengumuman efisiensi anggaran yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.
Sekjen Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Ismail menjelaskan pagu anggaran kementeriannya pada tahun 2025 yang semula Rp7,73 triliun disesuaikan mengikuti instruksi presi
Salah satu proyek nasional, yakni PDN Batam dipilih untuk tidak dilanjutkan tahun ini seiring dengan penghentian kebijakan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN). Ismail menyebut efisiensi anggaran yang bersumber dari PHLN mencapai Rp773 miliar.


