“Dilihat dari data, potensi industri di Batam untuk mengusulkan cukup besar, hanya butuh pendampingan dari pemerintah untuk support mitra industri melakukan kegiatan litbang, karena litbang sebagai tulang punggung untuk pertumbuhan ekonomi masa depan,” ujar Hariyanto.
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan BP Batam, Purnomo Andiantono, meyakini dengan kehadiran BRIN dalam melaksanakan sosialisasi Layanan Super Tax Deduction dapat memberikan dampak bagi pertumbuhan investasi di kota Batam di masa yang akan datang.
“Ini sangat penting sekali, karena indikator utama BP Batam adalah investasi,” sebut Andi.
“Melalui kerja sama dengan BRIN, industri-industri yang ada di Batam dapat didukung dengan memanfaatkan insentif pajak ini. Mari kita manfaatkan peluang ini dengan melakukan riset dan inovasi,” seru Andi.
Diketahui terdapat 11 fokus litbang dan 105 tema litbang yang dapat dajukan untuk memperoleh fasilitas super tax deduction. Fokus bidangnya meliputi yakni pangan; farmasi, kosmetik dan alat kesehatan; tekstil, kulit, alas kaki dan aneka; alat transportasi; elektronika dan telematika; energi; barang modal, komponen dan bahan penolong; agroindustri; logam dasar dan bahan galian bukan logam;kimia dasar berbasis migas dan batubara; pertahanan dan keamanan. (*)


