Pompa air ini diharapkan dapat mempercepat pengaliran air di area rawan banjir seperti Jodoh, Nagoya, Baloi, Batam City Square (BTC), dan Bengkong.
Pengadaan stasiun pompa tersebut tentu tak telepas dari anggaran.
Estimasi biaya pembangunan satu stasiun pompa banjir adalah sekitar Rp 20 miliar. “Kita berharap pengadaan lewat APBD tahun 2025 untuk wilayah Jodoh-Nagoya. “Kita akan buat di Pasar Induk Jodoh yang langsung dekat ke laut. Pompa itu sekali menyedot air besar volumenya,” kata Suhar.
BACA JUGA:Â BP Batam Gelar Rakor, Bahas Isu Strategis dan Susun Rencana Kerja Tahun 2025
Ia menyebut wilayah Jodoh dan Nagoya dipilih mengingat wilayah tersebut rawan tergenang banjir. Setiap hujan deras selalu terjadi banjir. Setelah anggaran tersebut akan berlanjut ke titik rawan banjir lainnya.
Sementara itu Anggota Komisi III DPRD Batam, Jamson Silaban mengatakan terkait dengan banjir perlu ada solusi.
Ketika ditanya apakah mendukung penyediaan pompa untuk mengatasi banjir? Jamson mengatakan tentu akan mendukung agar tidak terjadi banjir. Namun harus dibahas dulu seperti apa yang diinginkan pemko.
“Kita belum membahas anggarannya seperti apa nantinya akan kita tahu setelah kita bahas anggarannya,” katanya, Sabtu (9/11/2024).
“Rencana ini sudah diajukan dalam anggaran tahun depan, dan tinggal menunggu pengesahan,” kata dia.
“Kita bahas dulu dan untuk menanganan banjir kita dukung. Sebagai kota baru tentu harus terbebas dari banjir, kini selalu banjir dan ini harus secepatnya diatasi,” katanya.
Seperti diketahui titik 22 titik yang rawan banjir di Batam dan sebagian sudah diperbaiki. Pengadaan baru untuk satu stasiun pompa dibutuhkan bukan hanya itu tetapi termasuk juga kolam olahan pintu air, mesin pompa dan konstruksi. Keberadaan pompa banjir sangat dibutuhkan saat menghadapi hujan deras di Kota Batam. (*/man)


