Selain Batam, Tanjungpinang juga tercatat sebagai kota dengan jumlah perjalanan wisnus yang cukup tinggi, yakni sebanyak 51.628 perjalanan atau 22,07 persen dari total perjalanan di Kepri.
Sedangkan berdasarkan kabupaten/kota tujuan, perjalanan wisnus pada Agustus 2024 tercatat sebesar 244,13 ribu perjalanan, turun 8,64 dibandingkan Juli 2024.
Jumlah perjalanan wisnus tertinggi pada Agustus 2024 masih didominasi dari Batam yang sebanyak 123.813 perjalanan, dengan kontribusi sebesar 50,72 persen dari total perjalanan di Kepri.
“Begitu pula dengan Tanjungpinang juga dengan jumlah perjalanan wisnus cukup tinggi, yakni sebanyak 42.796 perjalanan atau 17,53 persen dari total perjalanan di Kepri,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti menyampaikan performance kunjungan wisnus ke Kepri relatif rendah jika dibandingkan provinsi yang ada di Pulau Jawa, maupun sepuluh provinsi di Sumatera.
Hal ini pengaruhi karakteristik Kepri sebagai daerah kepulauan yang memicu angka pergerakan wisnus kecil, karena pergerakan orang melintasi laut dan pulau (over sea) yang cukup jauh dan memakan waktu tempuh lama, belum lagi biaya transportasi mahal.
“Makanya kita tidak sebaik provinsi berbasis daratan (over land) yang terhubung dengan berbagai sarana, prasarana, moda, dan sistem transportasi yang handal dan modern,” ujar Guntur.
Maka itu, kata dia, tidak mengherankan jika 76 persen pergerakan wisnus terkonsentrasi di seluruh provinsi di Pulau Jawa, sebab dapat diakses dengan berbagai moda transportasi dan infrastruktur yang makin modern.
Menurutnya wisnus yang datang ke Kepri rata-rata berasal dari Jakarta, Pulau Jawa, Medan, dan Riau. (*)


