Selain itu, Pertamina juga menemukan sektor usaha yang seharusnya tidak menggunakan LPG 3 kg, tetapi menggunakan bahan bakar subsidi itu.
“Apakah stok aman atau tidak? Stok aman, tidak ada kendala di Tanjunguban dan penyalurannya. Cuaca memang berpengaruh karena akhir-akhir ini sering hujan, tapi tidak terlalu signifikan. Masalah utamanya adalah permintaan. Ada sektor usaha yang seharusnya tidak menggunakan gas 3 kg, tapi memakainya,” ujar dia.
BACA JUGA:BKN Sampaikan Pelamar ASN Perlu Waspada Modus Oknum Janjikan Lolos Tanpa Tes
Adapun hasil peninjauan dan pemantauan yang dilakukan oleh Pertamina bersama Disperindag Kota Batam di lapangan yaitu ditemukan tujuh pelaku usaha laundry yang menggunakan LPG 3 kg.
“Dari delapan laundry yang didatangi, tujuh di antaranya menggunakan gas 3 kg. Lalu kami kreditkan gas mereka dengan yang 12 kg, dan satu laundry memang sudah menggunakan gas elpiji 12 kg,” ujar dia.
Dengan begitu, Satria memastikan penambahan pasokan 70 ribu tabung LPG 3 kg akan mencukupi, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak khawatir dan melakukan pembelian secara berlebihan gas subsidi tersebut. (*/man)


