”Terimakasih kepada Tim BPK RI yang telah memilih BP Batam sebagai BLU percontohan K/L dalam kegiatan pemanfaatan aset dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Alex.
Pada kesempatan yang sama, Pengendali Teknis BPK RI, Dwi Hary Prasojo menyampaikan apresiasinya kepada BP Batam yang dengan tangan terbuka menerima kedatangannya bersama rombongan.
“Sebagai BLU dengan nilai pengelolaan aset dan pendapatan terbesar di Indonesia, kami merasa terhormat mendapatkan kesempatan ini. Kami sedang melakukan pemeriksaan kinerja atas pengelolaan aset-aset BLU yang dikelola oleh Kemensetneg dan kami menilai BP Batam adalah BLU yang paling matang pengelolaan aset-asetnya,” ujarnya.
Dwi mengatakan, sesuai undang-undang yang berlaku, BPK RI diberikan tugas dan wewenang untuk melakukan pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu.
Adapun benchmarking BPK RI di BP Batam kali ini merupakan pemeriksaan kinerja dengan perikatan Direct Reporting Engagement, dimana tim audit (BPK) yang akan menyusun kriteria objek yang akan diperiksa.
“Metode manajemen dan success story BP Batam nantinya akan kami jadikan kriteria bagi pemeriksaan kinerja pemanfaatan aset BLU Kemensetneg,” beber Dwi.
Menurutnya, pendapatan yang diterima BP Batam atas pengelolaan aset sangat efektif sehingga menjadi dasar terpilihnya BP Batam sebagai lembaga benchmarking BPK RI.
“Mudah-mudahan diskusi hari ini memberikan kami wawasan yang lebih luas terkait pemanfaatan aset di BP Batam,” tutupnya. (*)


