Sementara itu, Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan, dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto mengatakan bahwa pemerintah juga akan melakukan skrining suhu dengan menggunakan thermal scanner terhadap orang-orang yang akan memasuki Indonesia.
“Pemantauan secara visual terhadap tanda atau gejala penyakit tersebut juga dilakukan pada pelaku perjalanan untuk kewaspadaan terhadap penyebaran kasus Mpox,” kata dr. Achmad.
Berdasarkan data Kemenkes hingga Agustus 2024, total jumlah kasus Mpox di Indonesia telah mencapai 88 orang. Sebagai catatan, total jumlah kasus tersebut adalah akumulasi dari 2023 hingga 2024.
Secara rinci, dr. Yudhi mengatakan bahwa kasus tertinggi Mpox terjadi pada 2023, yakni sebanyak 73 pasien terkonfirmasi. Sementara itu pada 2024, jumlah yang terkonfirmasi adalah 14 kasus. (*)


