Ketika ditanya berapa anggaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Djoko menyebut sekitar Rp 130 miliar dan itu jauh dibanding tahun sebelumnya yang dianggarkan sebesar Rp 300 miliar lebih.
“Sedangkan untuk pembangunan jalan itu saya lupa angka pastinya yang jelas sudah masuk anggaran. Semoga cepat selesai dikerjakan tahun ini agar masyarakat bisa segera menikmati jalan tersebut,” katanya.
Kini jalan itu memprihatinkan dan sudah lama rusak sehingga menjadi macet lantaran pengendara harus mengurangi kecepatannya saat melintas. Bahkan ada pengendara yang sempat terjatuh di jalan tersebut karena jalan berlumpur dan berlubang.
Jalan tersebut merupakan salah satu jalan utama yang menghubungkan kawasan industri di Batam Center. Sejumlah pengendara tampak mengeluhkan kondisi jalan rusak dan berlubang di Jalan Laksamana Bintan itu.
Seorang pengendara bernama Lenin mengaku setiap pagi dan sore harus membutuhkan waktu cukup lama di jalan tersebut. Jalan sering macet dan pengendara akan pelan-pelan menghindari jalan berlubang.
BACA JUGA: Seorang Pengacara Diduga Curi Uang Klien Rp 8,9 Miliar Akhirnya Ditangkap Setelah Buron
“Kalau kencang-kencang bisa jatuh. Sejumlah jalan ada lubang dan kalau pas hujan lubang itu tertutup,” katanya.
Tak hanya itu, jalan di Batam juga kerap banjir apabila hujan deras. Kondisinya juga selalu tergenang air setelah hujan.
Pengendara lainnya Lia menyebut kondisi lubang yang dalam membuatnya harus berhati-hati membawa mobil. “Saya tiap hari lewat jalan ini untuk antar jemput anak sekolah. Apalagi mobil saya ceper saya harus lebih hati-hati biar jangan terperosok,” katanya.(*/man)


