“Penimbangan dan pengukuran dilakukan menggunakan alat antropometri standar oleh kader kesehatan terlatih. Mereka yang teridentifikasi berisiko stunting kemudian menerima edukasi pencegahan serta intervensi gizi yang diperlukan,” ujar dia.
Kepala Puskesmas Tiban Baru dr Hilda Insyafri mengatakan gerakan ini sebagai upaya preventif pencegahan stunting sedini mungkin serta memberikan edukasi stunting terhadap masyarakat.
“Pada kegiatan ini kami juga memberikan pemberian makanan tambahan (PMT) yang berbasis bahan pangan lokal, yang dilakukan di posyandu. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menurunkan angka stunting di wilayah kami,” ujar dia.
Terkait dengan masalah stunting, ia meminta masyarakat mengunjungi posyandu terdekat guna mengetahui status gizi anak.
“Para calon pengantin, jangan lupa untuk memeriksakan diri di puskesmas atau posyandu terdekat,” pungkasnya. (*)


