Ia menambahkan, selama berkunjung di Tarempa, Anambas, para wisatawan dipandu oleh tour guide lokal. Sebelum para turis itu naik ke darat, pihak Imigrasi dan Bea Cukai terlebih dahulu memeriksa kelengkapan dokumen serta isi kapal mereka.
“Kalau sudah diperiksa mereka bisa naik ke darat. Informasinya bersama tour guide, mereka juga berbaur ke masyarakat, melihat sejumlah atraksi kebudayaan Anambas,” terangnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kepulauan Anambas, Effi Sjuhairi membenarkan kunjungan wisatawan mancanegara.
BACA JUGA: Walikota Rudi Resmi Memulai Pembangunan Terminal II Bandara Internasional Hang Nadim Batam
Bagi para turis kapal yacht, dalam setahun, mereka hampir tiap bulan masuk dan mengunjungi Kabupaten Anambas, tepatnya di Tarempa.
Mereka datang dengan inisiatif sendiri tanpa undangan dari Pemkab Anambas.
“Anambas memang sudah menjadi salah satu destinasi favorit para yacht. Setiap bulan ada saja yang ke sini paling tidak 3 atau 5 kapal. Kondisi alam yang masih asri jadi salah satu alasan mereka main ke sini,” kata Effi.
Menurut Effi, kedatangan kapal yacht diperkirakan akan berlangsung lama. Sebab, pada tanggal 11-13 Juni 2024 mendatang, Pemkab Anambas bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan menggelar event Festival Padang Melang 2024 yang biasanya para turis ikut meramaikan. (*)


