Penyempitan arteri ini membuat kuku kaki tumbuh lebih lambat, menebal, berubah bentuk, atau warna (kuku distrofi).
5. Pelemakan hati
Melansir dari laman resmi Kementrian Kesehatan RI, hati yang dipenuhi lemak berkadar tinggi dapat menjadi indikasi kolesterol tinggi. Hal ini ditandai dengan keluhan berupa rasa tidak nyaman, begah, dan mual.
Sebagai organ filter, hati menyaring segala toksin, termasuk lemak, dalam darah untuk dikeluarkan melalui urine. Namun, kadar lemak di atas normal dapat menyebabkan fungsi hati terganggu.
6. Berat badan naik
Naiknya berat badan secara signifikan dan terus menerus dapat menjadi pertanda kolesterol tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat. Tak hanya kolesterol, berat badan yang terus melonjak akan menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko diabetes.
7. Nyeri dada
Selain sesak napas, gejala pernapasan lain yang menjadi pertanda kolesterol tinggi adalah nyeri dada. Arteri yang tersumbat menyebabkan darah tidak dapat mengalir dengan sempurna ke jantung. Akibatnya, penerimaan oksigen akan berkurang dan kinerja organ vital lain menurun.
8. Disfungsi ereksi
Ciri kolesterol tinggi dapat dilihat dari menurunnya gairah seksual. Kolesterol yang tinggi dapat mempengaruhi kesehatan seksual penderitanya. Kondisi ini disebut impotensi, yaitu keadaan di mana aliran darah ke penis tidak cukupi dan lambat laun menurunkan gairah seksual.
9. Sering kesemutan
Kesemutan atau mati rasa umumnya terjadi ketika bagian tubuh terhimpit karena postur duduk atau berdiri yang tidak benar. Namun, ternyata kesemutan juga dipicu oleh trigliserida (lemak) dan kolesterol tinggi. Jika Anda sering merasa kesemutan, hal ini dapat menjadi ciri kolesterol tinggi.
10. Xanthoma
Xanthoma adalah gejala unik dari kolesterol yang biasanya muncul di permukaan kulit, termasuk mata, lutut, atau siku. Masalah kulit ini ditandai dengan benjolan-benjolan kecil mirip papula yang lembut dan berisi timbunan lemak. Munculnya Xanthoma pada kulit menjadi indikasi kolesterol tinggi. (*)


