Selain itu, Satgas Tim Percepatan Penurunan Stunting akan menindaklanjuti surat dari Kemendagri untuk melakukan intervensi serentak dalam pencegahan stunting di daerah. Tujuan intervensi ini adalah mendeteksi dini masalah gizi, melakukan pencegahan stunting pada seluruh sasaran, dan melakukan intervensi segera bagi yang kekurangan gizi melalui kunjungan posyandu.
Jefridin menyampaikan bahwa angka stunting di Batam menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan daerah lain di Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau. Ia berharap dengan gotong royong, masalah stunting dapat diatasi dengan baik.
“Pada Musrenbang kemarin, inilah yang disampaikan oleh para kader posyandu. Saya berharap kepada Kepala Puskesmas untuk bergotong royong dan bersinergi agar dapat mengatasi masalah dengan baik,” ungkapnya.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan dilakukan pada bulan Juni mendatang, dengan harapan setiap lurah dapat melaksanakan di wilayah masing-masing.
“Saya berharap kalau kita kerjakan gotong royong dapat terlaksana dengan baik, ujung tombaknya ada di puskesmas. Kepada tim, terima kasih. Rekomendasi ini sangat perlu bagi kita,” tutup Jefridin.(*)


