Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan Rp 1,3 triliun untuk pajak daerah di tahun ini. Ia berharap, apabila kondisi ini terus bertahan, maka sampai jelang akhir tahun, penerimaan daerah dapat mencapai surplus pada Desember 2024 mendatang.
BACA JUGA:Â Batam Salah Satu Pertumbuhan Ekonomi, Aktivitas di Pelabuhan Naik 9 Persen Triwulan I Tahun 2024
Jefridin menilai, meningkatnya penerimaan pajak daerah tersebut didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang juga meningkat, mencapai 7,04 persen menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, iklim pariwisata juga sudah kondusif, terbukti dari meningkatnya kunjungan wisata ke Batam.
“Kalau pertumbuhan ekonomi baik dan inflasi terkendali, insyaallah target tercapai, bahkan melebihi,” katanya.
Ia juga berpesan kepada para organisasi perangkat daerah (OPD) agar dapat menjalankan penggunaan anggaran sesuai dengan yang sudah direncanakan. Uang yang sudah diplot sebaiknya dibelanjakan segera agar tidak tersimpan lama dan memengaruhi serapan anggaran.
“Mudah-mudahan bulan ini sudah ada proyek fisik yang mulai berjalan. Saat ini beberapa OPD sedang menyusun perencanaan, serta melakukan lelang DED,” tambah Jefridin.
Seperti diketahui Pemko Batam memberikan stimulus bahwa pembayaran PBB di Januari-Maret mendapat potongan sebesar 10 persen, sehingga banyak warga yang membayar cepat dengan potongan tersebut. (*/man)


