Menanggapi ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie, mengakui, memang banyak komplain yang masuk ke DLH Batam soal itu. Ini merupakan persoalan yang terjadi setiap tahun, setelah Lebaran.
“Komplain-komplain memang banyak tapi saya sudah keliling di tiap-tiap TPS, tidak terlalu terjadi penumpukan,” ujar Herman Rozie, Sabtu (20/4/2024).
Menurutnya, armada pengangkut sampah sudah berjalan sesuai dengan jadwal yang disusun. Apabila terjadi keterlambatan satu hari saja, maka jadwal tersebut akan bergeser satu minggu. Artinya, jika armada sampah terlambat mengangkut sampah di lokasi tertentu selama satu hari, maka lokasi-lokasi yang lain akan terkena dampaknya.
BACA JUGA:Â Didatangi Perusahaan Asal Singapura, Batam Segera Miliki Premium Outlet
Selain itu, ia juga menyoroti banyaknya warga yang membuang sampah di pinggir jalan. Ia menegaskan, sampah di pinggir jalan sebenarnya bukan tanggung jawab DLH. Namun, apabila sampah-sampah tersebut sudah menumpuk, maka mau tidak mau armada pengangkut sampah turun membersihkannya.
“Sampah di pinggir jalan makin banyak, siapa yang mau angkut? Kalau kami angkut yang di pinggir jalan, nanti sampah-sampah di perumahan pada tertunda,” kata Herman Rozie.
Ia pun mengimbau warga agar tidak membuang sampah di pinggir jalan, melainkan di tempat sampah yang sudah disediakan di perumahan, atau TPS. Dengan demikian, jadwal pengangkutan sampah oleh armada sampah akan berjalan dengan lancar.
“Armada kami saat ini masih terus jalan. Intinya kami harap tidak ada warga yang buang sampah di pinggir jalan,” paparnya.
Mantan Kadis Perkimtan itu meminta warga untuk melaporkan persoalan terkait lingkungan di kanal-kanal media sosial DLH Batam, atau menghubungi call center di nomor 08117776507. “Kami akan merespon setiap laporan yang masuk sehingga kami tahu dimana kendala terkait pengangkutan sampah itu,” kata Herman Rozie. (*/man)


