Di sisi lain, ia juga mengimbau para pencaker lokal agar dapat memanfaatkan keunggulan ini dengan tetap menjalankan etos kerja yang baik serta mengasah skill dan pengalaman. Sebab, tidak sedikit keluhan dari pihak perusahaan yang merasa etos kerja sebagian pencaker tempatan masih kurang maksimal.
BACA JUGA:Â Polda Kepri Catat 107 Kasus Gangguan Kamtibmas Selama Operasi Ketupat Seligi Mudik Lebaran dan Arus Balik
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan, dominasi pekerja dari luar daerah sudah mulai melandai. Pergerakan pencaker ini bisa terlihat dari jumlah kartu kuning yang diterbitkan.
“Mungkin akhir bulan ini baru ketahuan ada peningkatan atau tidak, karena Kelud juga baru masuk tanggal 22 April ini. Biasanya migrasi terjadi lewat jalur laut,” tambah Rudi.
Berdasarkan data Disnaker, selama setahun ini, sudah ada kurang lebih 22 ribu pencaker yang tercatat di Batam. Angka ini dapat bertambah seiring dengan membaiknya iklim investasi, sehingga menjadikan Batam sebagai destinasi para pencari kerja.
Untuk pencari kerja lokal, Rudi mengajak agar tidak kalah saing dengan pencari kerja dari luar kota, sebab kebutuhan tenaga kerja di Batam ini masih terbuka lebar.
Jika itu yang terjadi kata Rudi, mobilisasi penduduk tidak terhindarkan, pemerintah daerah juga tidak dapat melarang orang datang ke Batam, sehingga momen arus balik ini banyak warga asal luar Kota Batam datang ke kota Batam.
“Kedatangan mereka pasti mencari rejeki. Mencari pekerjaan yang layak. Apalagi upah di Batam ini cukup tinggi,Angka pencari kerja di Batam akibat migrasi yang terjadi setiap tahun. Untuk itu tenaga kerja lokal harus terus berbenah diri memperbaiki etos kerjanya,” katanya. (*/man)


