Untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kedatangan investor dan wisatawan, Jefridin menekankan pentingnya menjaga keamanan, kenyamanan, dan kondusivitas di Batam.
“Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan dan persatuan di kota kita. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua sebagai warga Batam,” katanya.
Pengurus Masjid Jami’ Nurul Huda dan jamaahnya menyampaikan rasa syukur atas legalitas lahan masjid yang telah disahkan. “Kami berterima kasih kepada Pemko Batam dan Wali Kota Batam, yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam, atas bantuan dan dukungan mereka,” kata pengurus masjid.
Dalam konteks pembangunan yang lebih luas, Pemko Batam telah mengumumkan serangkaian proyek infrastruktur yang akan dilaksanakan hingga tahun 2024, termasuk pembangunan jalan, pelabuhan, dan fasilitas lain yang akan mendukung visi Batam sebagai kota modern dan maju. Ini sejalan dengan misi Pemko Batam untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan pembangunan kota yang berkelanjutan.
Safari Ramadan di Batam tidak hanya menguatkan tali persaudaraan, tetapi juga menjadi momentum untuk meninjau dan merencanakan langkah-langkah strategis bagi kemajuan kota. Dengan semangat kebersamaan, Batam terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik dan kehidupan masyarakat lebih sejahtera. (*/man)


