Mantan Kepala Disdukcapil Kota Batam itu mengatakan Gerakan Pangan Murah dilakukan empat kali dalam setahun. Menjelang Puasa, saat puasa dan menjelang hari raya lembaran dan terakhir menjelang akhir tahun di lokasi yang berbeda.
Mardanis mengatakan tujuan dari Gerakan pangan Murah ini untuk menekan inflasi, agar tidak terjadi gejolak. “Kita ingin terjadi stabilisasi harga dan daya beli masyarakat terjaga. Karena itulah kita menjual pangan ini di bahwa harga HET.
Tidak ada yang sama dengan HET pasti di bawah, makanya kita ajak distributor langsung menjual barangnya ke masyarakat,” katanya.

Dalam gerakan pangan murah ini ada sekitar 21 distributor yang ambil bagian untuk menjual barangnya. Perum Bulog yang ditanyakan menyebut beras yang mereka bawa ke lokasi sebanyak 1,5 ton hampir habis.
Masyarakat langsung menyerbu beras yang kami bawa kini hanya sedikit yang kami bawa pulang karena waktunya hanya tiga jam,” katanya.
Sebagai informasi untuk harga beras Pelung 5 kg sebesar Rp 66 ribu, Pelung 10 kg sebesar Rp 130 ribu, Pelung 25kg sebesar 310 ribu. Sedangkan ketupat Hijau 5 kg sebesar Rp 69 ribu, ketupat hijau 10 kg sebesar Rp 136 ribu.
Selain itu Royal Banana 5 kg sebesar Rp 71 ribu, Royal banana 10 kg sebesar Rp 140 ribu, Ns Platinum 5 kg sebesar Rp 71 ribu, Ns Platinum 10 kg sebesar Rp 140 ribu dan gula pasir Rp 14.500/ kg.
“Setelah ini akan dilanjutkan dengan program serupa dari Pemko Batam berupa pasar murah, yang dibuat selama jelang puasa dalam waktu seminggu ini, bersama asosiasi distributor,” katanya.
Ia menyebut akan digelar pasar murah dari Pemko Batam di momen menyambut Lebaran pada Bulan April 2024 mendatang.
“Kita menghimbau masyarakat manfaatkan kesempatan ini tujuannya supaya harga bahan pokok stabil dan kebutuhan rumah tangga ibu-ibu terpenuhi. Apalagi saat ini harga sejumlah bahan pokok tinggi tentu gerakan pangan murah ini sangat membantu,” kata Mardanis. (*/man)


