HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Gerakan Pangan Murah yang diadakan di Lapangan Bola Legenda Malaka, langsung diserbu masyarakat. Pangan murah itu merupakan kegiatan Dinas Ketahanan Pangan bertujuan untuk menekan angka inflasi dan Gerakan Pangan Murah ini dilakukan empat kali dalam setahun.
Kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid. Jefridin mengajak masyarakat Batam untuk berbelanja bahan pangan di lokasi tersebut karena harganya yang relatif murah.
BACA JUGA: BP Batam Perbaiki Jalan Yang Amblas di Jalur Bukit Bismillah Trans Barelang
Kegiatan ini merupakan sinergi bersama antara pemerintah dengan asosiasi distributor dalam rangka stabilisasi Pasokan dan harga pangan. Harga yang diberikan dibawah harga pasar.
“Atas nama Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam dan Asosiasi Distributor karena kegitan ini merupakan bentuk kolaborasi dengan pengusaha dalam rangka menstabilkan harga,” kata Jefridin, Jumat (1/3/2024).
Gerakan Pangan Murah itu merupakan program Badan Pangan Nasional (BAPANAS), yang dilatarbelakangi karena gejala pangan di Indonesia yang menunjukkan inflasi.
“Selain stabilisasi pasokan pangan murah, melalui pangan murah ini dapat mengendalikan inflasi,” kata Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam itu.
BACA JUGA: Muhammad Rudi Ucapkan Duka Cita Atas Kepergian Hj Rahmah, Istri Wali Kota Kedua Batam
Untuk diketahui sejumlah warga langusng berbelanja di lokasi tersebut. Sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga murah. Misalnya cabai Cabai dari harga Rp 110 ribu perkilogram di lokasi itu dijual seharga Rp 80 ribu perkilogramnya. Juga untuk harga telur ayam dari semula Rp 56 ribu menjadi Rp 54 ribu, dan Ikan Tongkol seharga Rp 35 ribu perkilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam, Mardanis menyebut sejumlah komoditas pangan dijual di gerakan pangan murah itu. Mardanis mengatakan dalam Kegiatan Pangan Murah ini dijual beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) paling murah dengan harga Rp 10.600 perkilogramnya.
“Begitu dibuka warga langsung serbu beras. Sangat cepat habis beras,” kata Mardanis.


