Selain itu, pihaknya juga telah memastikan ketersediaan energi listrik dalam mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:Ā Mobil Hybrid All-New Yaris Cross Segmen SUV dengan Teknologi Terbaru Makin Banyak Peminat di Batam
Hal tersebut menjadi langkah penting guna memastikan dukungan terhadap pengembangan Data Center di KEK Nongsa Digital Park serta realisasi program Rempang Eco-City ke depan.
“Kesiapan energi untuk mendukung investasi juga penting. Realisasi investasi ke depannya membutuhkan dukungan energi yang besar baik kebutuhan listrik dan air. Sehingga segala aktivitas tidak terganggu,” tambahnya.
BACA JUGA:Ā Batik Air Malaysia Terbang Perdana dari Batam ke Kuala Lumpur Angkut 162 Penumpang
Dengan seluruh langkah yang telah dilakukan, Rudi berharap dapat menggenjot nilai investasi pada tahun 2024.
Untuk diketahui, total investasi di Batam berjumlah sebesar Rp 15,62 triliun sepanjang tahun 2024. Nilai tersebut meningkat 18 persen dari tahun 2023 lalu.
“Saya ingin nilainya terus meningkat dan memberikan dampak baik bagi ekonomi masyarakat. Lapangan pekerjaan pun terbuka sehingga dapat mengurangi angka pengangguran,” pungkasnya. (*)


