Selanjutnya, Muhammad Rudi menyampaikan bahwa ekonomi kreatif akan mampu diperhitungkan sebagai kekuatan ekonomi yang inklusif. Tidak hanya di Kota Batam, tetapi juga secara nasional hingga internasional. Untuk itu, Muhammad Rudi mendorong untuk terus memacu pengembangan ekonomi kreatif agar menjadi sektor yang futuristik.
“Pengembangan ekonomi kreatif harus terus dipacu agar menjadi sektor futuristik, tumbuh lebih cepat, lebih besar, dan maju,” katanya.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Batam itu mengatakan, karya ekonomi kreatif saat ini bisa dinikmati oleh masyarakat mancanegara. Terlebih, karena kota Batam merupakan kota dengan urutan ketiga, sebagai daerah tujuan wisatawan mancanegara setelah Bali dan Jakarta.
“Industri kreatif tidak lagi menjadi produk lokal yang dikonsumsi masyarakat lokal, tetapi industri kreatif dengan mudah menjadi produk global yang mudah dinikmati oleh masyarakat lintas negara,” imbuhnya. (*)


