Selain itu, ia juga menyebutkan terkait pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang melibatkan masyarakat luas, maka harus ada pembicaraan hingga tuntas.
“Pembicaraan biasanya panjang namun selalu ada cara untuk mencapai titik temu. Hanya saja di sisi pemerintah itu tidak sabar mengikuti proses, maunya cepat-cepat, kerahkan aparat dan justru menjadi masalah, padahal kalau dibahas sampai tuntas, titik temu insyaallah bisa terjadi,” ujar dia.
BACA JUGA: Bongkar Muat Peti Kemas Batuampar Lebih Cepat Meningkat Dua Kali Lipat
Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menyebutkan pihaknya memprioritaskan perbaikan tata niaga dalam jual-beli kebutuhan bahan pokok untuk menghadirkan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Anies usai melakukan peninjauan Pasar Induk Tos 3.000 di Kota Batam, Kepulauan Riau. Menurutnya, dengan melakukan perbaikan pada tata niaga maka dapat menghadirkan tata niaga yang bebas dari praktik mafia.
“Jadi perbaikan tata niaga akan menjadi prioritas pertama kita, supaya petani, peternak, nelayan lebih sejahtera, tapi juga warga bisa dapatkan harga lebih murah,” ujar Anies.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan ingin ada perubahan di negeri ini. Karena itu dia bersama wakilnya Muhaimin Iskandar akan melakukan perubahan demi masyarakat yang adil dan makmur. (*/man)


