Menurut Dambha, pihaknya akan melakukan upaya semaksimal mungkin agar kebutuhan masyarakat tersebut tersalurkan.
BACA JUGA:Â Kepala BP Batam : Pertumbuhan Ekonomi 2024 Butuh Peningkatan Investasi
“Semaksimal mungkin agar tersalurkan 100 persen sesuai kuota dengan tepat waktu, yang tepat jumlah, itu komitmen kami,” paparnya.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, mendorong kelancaran pendistribusian LPG 3kg bersubsidi.
Sementara itu PT Pertamina Patra Niaga, bersama Disperindag Batam akan menambah kapal penyaluran subsidi, dan memastikan penyaluran tetap dilakukan bahkan di akhir pekan, yaitu Sabtu atau Minggu.
“Bulan Februari 2024 mendatang, akan ada dua kapal yang menyalurkan gas LPG. Selama ini masih satu kapal,” ujar Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau.
Selain itu, jadwal penyaluran dari Tanjung Uban ke Batam lewat kapal akan dirutinkan setiap tiga hari sekali. Penyaluran itu juga tidak akan terbatas pada hari-hari kerja saja, melainkan juga akhir pekan.
Ia juga menegaskan bahwa kuota untuk gas dan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite, Solar, dan LPG masih sangat baik dan mencukupi. Untuk saat ini, stok LPG di Batam sendiri bisa memenuhi kebutuhan sampai 1,5 hari.
“Saat Nataru kemarin suplai bahkan kami tambah. Tapi mungkin ada beberapa pangkalan gas yang tutup karena pemiliknya libur keluar kota, jadi seolah langka padahal tidak,” jelas Gustian.
Ia menjelaskan, sejak sosialisasi di tanggal 22 Desember 2023 lalu, pihaknya rutin memantau langsung kondisi penyaluran gas yang ada di agen-agen. Bersama-sama dengan Pertamina dan Hiswana Migas, Disperindag Batam bahkan kerap melakukan pengecekan rutin bersama dua sampai tiga kali sebulan. (*/man)


