“Dengan jumlah Personel Polda Kepri sebanyak 1.339 serta dibantu TNI serta Intansi terkait, kami berharap pelaksanan pengamanan Nataru dapat berjalan dengan lancar,” ucap Pandra, Sabtu (23/12/23).
Ia juga menjelaskan jika operasi tersebut dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 22 Desember 2023 sampai 2 Januari 2024.
Sementara Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad menyampaikan harapannya bahwa hasil kerja sama dan koordinasi yang ditekankan dalam pertemuan tersebut menjadi landasan yang kokoh untuk menghadapi berbagai tantangan.
“Saya berharap persiapan dan pelaksanaan Operasi Seligi Nataru 2023/2024 oleh Polda Kepri dan Polres jajaran dapat memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, menciptakan momen Natal dan Tahun Baru yang aman dan nyaman,” kata Ansar.
Dia juga mengharapkan agar seluruh jajaran Pemprov Kepri mengawasi ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, dan kesiapan dalam mengatasi potensi lonjakan Covid-19.
“Dengan kerja sama yang solid, Provinsi Kepri dapat meraih kemajuan yang lebih baik serta perayaan Natal dan Tahun Baru membawa kebahagiaan, kedamaian, dan berkah bagi seluruh masyarakat Kepri,” kata Ansar Ahmad.
“Itu bertujuan agar masyarakat umat Kristen yang merayakan atau melaksanakan misa malam Natal 2023 ini dapat merasa aman, nyaman,” katanya.
Beberapa gereja menjadi perhatian khusus dimana keramaian yang cukup tinggi dilakukan sterilisasi dengan bantuan Sat Brimob Polda Kepri.
Selain dalam menjaga keamanan perayaan Natal, Polda Kepri juga melakukan penjagaan di beberapa objek keramaian yang biasanya dikunjungi masyarakat untuk berlibur akhir tahun, seperti tempat wisata dan pusat perbelanjaan.(*/man)


