HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Ketika mendapat jadwal pesawat pagi, anda mungkin capek dan ingin segera menyambung waktu tidur di pesawat. Akan tetapi, ada baiknya jika anda tidak tidur saat pesawat lepas landas atau take-off maupun saat mendarat atau landing untuk menghindari barotrauma telinga.
Barotrauma telinga adalah tekanan yang terjadi di telinga karena perbedaan tekanan udara antara lingkungan dan telinga bagian dalam. Ketidakseimbangan ini bisa menyebabkan gendang telinga menonjol hingga terasa sakit saat dalam penerbangan.
Mengapa barotrauma telinga bisa terjadi saat naik pesawat?
Biasanya, masalah ini dialami saat berenang ke dasar kolam dan merasakan sakit di telinga karena tekanan air.
Melansir dari situs Travel and Leisure, saat lepas landas atau mendarat, tekanan udara dalam kabin pesawat berubah dengan cepat, dan gendang telinga kita kesulitan mengimbanginya. Alhasil, pendengaran terganggu secara ringan atau teredam.
Rasa teredam itu mungkin bisa dihilangkan dengan menguap, menelan, atau mengunyah, sebagai bentuk memberi tekanan pada telinga secara manual. Tindakan ini membantu membuka saluran eustachius di setiap telinga yang mengatur perubahan tekanan di organ.
Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko sakit telinga di pesawat, seperti telinga yang tersumbat akibat penyakit, alergi, atau infeksi, orang dengan eustachius lebih kecil seperti bayi, juga tidur di pesawat.


