HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Para buruh yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Batam di Batam Center.
Mereka menuntut penjelasan dari Walikota Batam Muhammad Rudi terkait informasi yang beredar bahwa Walikota Batam mengirim angka 4,01 persen ke Gubernur Kepri untuk Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2024.
Aksi demonstrasi yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB itu belum berakhir hingga pukul 16.00 WIB. Buruh Batam memilih tetap bertahan menunggu kedatangan Walikota Rudi untuk menjelaskan secara langsung angka rekomendasi UMK Batam 2024 yang dia kirim ke Gubernur Kepri. Sekaligus membenarkan bahwa informasi angka 4,01 persen benar diteken oleh Rudi.
BACA JUGA: Pemko Intervensi Pasar untuk Tekan Inflasi, Namun Komoditi Cabai Terus Meroket
Anggota Dewan Pengupahan Kota Batam dari perwakilan pekerja, Arsul Ursadi, mengatakan buruh Batam jelas menolak rekomendasi UMK Batam 2024 sebesar 4,01 persen atau setara dengan Rp 185 ribu tersebut.
Menurutnya, angka itu tidak sesuai dengan hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dilakukan oleh unsur serikat pekerja di enam pasar di Kota Batam.
“Kami minta kenaikan upah berdasarkan survei KHL di enam pasar di Kota Batam. Dari survei tersebut, kenaikan harga di enam pasar tersebut sebesar 19,6 persen. Tapi kita buruh hanya mengusulkan kenaikan UMK 15 persen atau Rp 675 ribu pada pembahasan UMK Kota Batam 2024 di kantor Disnaker,” ujarnya.
BACA JUGA: Beri Dukungan ke Prabowo, Sejumlah Tokoh Kepri Hadiri Deklarasi Akbar Prawiro Kepri di Batam


