Mendengar ucapan Rudi Syakirti, massa buruh lantas berteriak ramai-ramai. Rudi Sakyakirti menjelaskan mengenai rekomendasi kenaikan 4,1 persen. Dikatannya, angka itu tetap menggunakan nilai alfa 0,3 maksimal kita pakai di situ dimana pertumbuhan ekonomi kita sebesar 6,84 persen ditambahkan yang lain maka 4,01 persen.
“Kemudian ada rekomendasi kami sampaikan di akhirnya, salah satunya dari rekomendasi itu walikota meminta kepada gubernur untuk membuat SK hasil kunjungan kawan-kawan dari dewan pengupahan ke Bekasi. Kita minta di situ upah di atas upah minimum juga dibuatkan SK tersendiri,”kata Rudi.
BACA JUGA:Â Beri Dukungan ke Prabowo, Sejumlah Tokoh Kepri Hadiri Deklarasi Akbar Prawiro Kepri di Batam
Ia berharap Gubernur Kepri bisa mengakomodir soal itu. Alasannya pihaknya selama ini tak pernah merekomendasikan upah yang di atas upah satu tahun.
Lebih lanjut Rudi pun menjelaskan soal angka 4,1 persen yang direkomendasikan Walikota Batam tidak diketahui oleh Dewan Pengupahan dari kalangan serikat pekerja. Soal itu Rudi mengungkapkan bahwa pihaknya berjanji kedepan akan menembuskan semua itu ke dewan pengupahan Kota Batam.
Rudi menampik bahwa angka 4,1 persen muncul dalam sekejap atau muncul secara tiba-tiba sehingga oleh aliansi buruh di tuding sebagai angka siluman.
“Saya rasa ini tidak muncul tiba-tiba,”katanya menampik soal itu.
Para peserta aksi dari Koalisi Rakyat Batam bersatu menyatakan secara tegas tetap akan bertahan menunggu Walikota Batam Muhammad Rudi datang menemui mereka menjelaskan langsung perihal rekomendasi dia ke Gubernur Kepri terkait angka UMK 2024. Mereka menegaskan tetap menunggu kehadiran Walikota Batam bahkan kalau perlu sampai malam pun tetap bertahan. (*/man)


