“Kita akan bangun di sana nanti kawasan kuliner berstandar menengah atas. Ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Batam,” ujarnya.
Rudi berpesan kepada para pelaku IKM dan UKM agar dapat menyiapkan diri untuk menghadapi persaingan dan memanfaatkan peluang usaha yang ada. Ia juga mengingatkan mereka untuk selalu mengikuti perkembangan zaman dan berinovasi dalam mengembangkan usaha mereka.
“Jangan hanya membuat tapi tidak tahu kemana harus menjual. Manfaatkan media sosial dan platform digital lainnya untuk mempromosikan produk Anda. Jangan takut untuk belajar hal-hal baru dan mencoba hal-hal baru,” ujarnya.
Rudi menambahkan kawasan kuliner tidak hanya akan dibangun di kawasan Batam Center saja, tetapi juga di kecamatan-kecamatan lainnya. Namun, saat ini pihaknya masih akan fokus terhadap pembangunan infrastruktur jalan utama maupun jalan-jalan pemukiman.
“Jadi jangan khawatir, setelah jalan-jalan kita selesai nanti akan setiap kecamatan akan kita buat satu kawasan kuliner,” ujarnya.
Pelatihan digital entrepreneurship bagi pelaku IKM, UKM di Kota Batam tahun anggaran 2023 dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengungkapkan, pelatihan ini dinilai perlu untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha tersebut dalam aspek digital entrepreneurship. Ada sebanyak 450 pelaku UMKM dan IKM yang mengikuti pelatihan ini.
“Kami mengundang narasumber dari berbagai perguruan tinggi, tujuannya untuk mendorong transformasi digital dalam bisnis mereka,” ujar Gustian.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dalam dunia wirausaha, diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha dalam memasarkan produk atau layanan mereka dengan jangkauan global yang lebih luas dan efisien.
Bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia, Disperindag Kota Batam juga memberikan kredit usaha rakyat (KUR) kepada pelaku UMKM tanpa jaminan hingga Rp 100 juta. Targetnya, UMKM dan IKM di Batam bisa menaikkan kelasnya, sehingga bisnisnya semakin besar dan mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang berkualitas.
“Outputnya adalah, bagaimana para pelaku usaha dapat semakin mengembangkan usahanya,” jelas Gustian.
Menurut data Disperindag Kota Batam, jumlah pelaku UMKM di Batam mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2022, terdapat sekitar 1.800 pelaku UMKM, sementara saat ini jumlahnya mencapai 1.960 pelaku usaha.
“Saya berharap tren positif dalam dunia usaha ini terus berlanjut sehingga ekonomi di Batam juga terus berjalan di jalur positif,” tambah Gustian. (Red)


