“Wahana semacam itu sangat berpotensi terjadinya kecelakaan. Keamanan dan keselamatan wisatawan menjadi prioritas agar nyaman dalam berwisata,” jelasnya.
Chusmeru mengatakan, pemerintah perlu mempertimbangkan pemberian izin untuk pembangunan jenis wahana wisata seperti jembatan kaca.
Selain karena faktor keamanan, wahana jembatan kaca menurut dia malah menimbulkan distorsi visual sehingga objek wisata alam kehilangan pemandangan asli yang indah dengan adanya jembatan kaca tersebut.
“Dari perspektif ekologis, jembatan kaca sangat tidak sesuai dengan prinsipeco-tousrismdan berkelanjutan,” katanya.
Selain insiden jembatan kaca pecah di Banyumas yang menewaskan seorang wisatawan dan melukai satu orang lainnya, hari ini (27/10) diberitakan sebuah jembatan kaca di Jodipan, Kota Malang, Jawa Timur, mengalami keretakan. (Red)


