Adapun Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri Suryono mengatakan, bahwa kegiatan kali ini dimaksudkan sebagai edukasi dan juga sarana pelatihan bagi para pelaku UMKM, dalam upaya mengembangkan UMKM Kepri lebih maju lagi, tentunya melalui berbagai sinergi yang bisa terus dilakukan.
BACA JUGA:Â Warga Mulai Pindah Tanpa Paksaan, BP Batam Langsung Serahkan Uang Sewa Rumah dan Biaya Hidup
Menurut Suryono, UMKM sejauh ini berperan besar dalam pembentukan sektor domestik bruto. Apalagi di wilayah Kepri, UMKM Kepri sangat diuntungkan, karena memiliki letak geografis yang sangat mendukung dan berbatasan langsung dengan negara luar.
Oleh karena itu peluang UMKM di Kepri khususnya dan Sumatera umumnya, makin terbuka luas. Karena akses pasarnya dengan mudah bisa merambah hingga mancanegara. Mesti begitu, peluang ini, harus benar-benar dimanfaatkan oleh pelaku UMKM.
Bank Indonesia Kepri, juga terus mengembangkan kerjasama, dalam hal ini dengan sejumlah perguruan tinggi yang ada di Kepri. Diantaranya, kerjasama dengan Umrah dan juga UIB. Agar dari kerjasama ini, memberikan manfaat bagi dukungan strategis UMKM kita untuk terus berjaya.
Adapun Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM M Riza Adha Damanik, mengawali dengan mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan juga Pemerintah Provinsi Kepri. Karena, dari kegiatan ini, dirinya melihat ada komitmen luar biasa, dalam upaya mendorong majunya UMKM.
M Risa Adha Damanik, menyebut dengan petumbuhan ekonomi Indonesia yang terus membaik, tentu ini tidak lepas dari besar UMKM, yang bisa terus bertahan dari berbagai hantaman krisis, termasuk pandemi Covid-19 lalu. Alhasil, ini yang juga ikut menjaga pertumbuhan ekonomi kita terus bertumbuh.
Kementerian Koperasi dan UKM sendiri telah menelurkan 4 strategi kebijakan, dalam rangka mendorong majunya UMKM. Diantaranya penguatan data base, terkait berapa banyak UMKM kita dan koor bisninya. Termasuk meluncurkan data tunggal bagi UMKM agar datanya by name by adrees dan by produk.
Kedua, meningkatkan kualitas SDM pelaku UMKM, melalui pemberian berbagai pelatihan. Ketiga tambah M Riza Adha Damanik, memberikan kemudahan akses untuk ekspor. Dimana kita telah mendirikan Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir bagi pelaku UMKM.
“Dan terakhir UMKM kita sangat diuntungkan, dengan adanya kebijakan tentang kewajiban membeli dan menggunakan produk dalam negeri, termasuk yang telah diberlakukan untuk belanja lembaga/kementerian hingga pemerintah daerah,” tuturnya. (Red)


