Saturday, February 21, 2026
HomeBatamPGI Dorong Gereja Dukung Perempuan Sebagai Pemimpin Bangsa Beri Pendidikan Politik ke...

PGI Dorong Gereja Dukung Perempuan Sebagai Pemimpin Bangsa Beri Pendidikan Politik ke Pemimpin Gereja Sambut Pesta Demokrasi

“Tuhan hadir dalam proses kehidupan kita, sejak karya penciptaan terjadi. Tuhan yang sama memerdekakan dan mengijinkan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Sepatutnya kita mensyukuri itu,” kata Pdt. Lenta.

Di tempat yang sama, Narasumber lain Pdt. Krise Gosal, menekankan bahwa penting juga peran gereja mempersiapkan dan mendukung kaum perempuan sebagai pemimpin di bangsa ini.

BACA JUGA: Anggota Polda Kepri Bripka Desjan Siallagan Torehkan Prestasi Sabet 5 Medali di Kejurnas Atletik Master Indonesia di Semarang

“Data menunjukkan rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen, ini menunjukkan bahwa syarat pencalegan minimal 30 persen keterwakilan Perempuan masih hanya sebatas catatan regulasi. Kita perlu mendorong gereja agar lebih peduli terhadap pemimpin dari kaum Perempuan, program-program penguatan kapasitas Perempuan gereja, pemberian akses dan pengadaan anggaran untuk program menjadi hal yang bisa dilakukan gereja untuk mendukung kaum Perempuan,” ujar Wasekum PGI ini.

Penanggung jawab kegiatan Pdt. Henrek Lokra mengatakan pemilu tahun depan akan dihadapkan pada beberapa tantangan seperti penggunaan politik identitas, penyelenggaraan yang bersih dan transparan, serta partisipasi perempuan.

“Pemilu tahun depan akan berat sebab politisasi identitas berdasarkan agama yang kian menguat, belum terjaminnya penyelenggaraan yang bersih dan transparan, serta keterlibatan perempuan dalam politik,” ujar Pdt. Henrek Lokra yang juga Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian PGI.

Selain itu, menurut Pdt. Lokra, Gereja juga bisa mengambil peran untuk menyediakan data yang valid selama pemilu agar untuk menghindari hoax dalam masyarakat.

“Dengan kekuatan gereja yang besar, kita perlu mendorong jemaat-jemaat terlibat aktif dalam memantau dan melaporkan hasil pemilu sehingga gereja memiliki data yang cepat dan akurat. Proses seperti ini bisa kita lakukan terutama di daerah basis-basis Kekristenan,” kata Pdt. Lokra. (*/man)

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI