Kemudian, uang kartal yang beredar di masyarakat pada Juli 2023 sebesar Rp 853,4 triliun, atau tumbuh 3,8 persen (yoy), setelah tumbuh 7,9 persen (yoy) pada Juni 2023.
Giro Rupiah tercatat tumbuh 7,5 persen (yoy), setelah tumbuh sebesar 4,1 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Dana float uang elektronik pada Juli 2023 tercatat sebesar Rp 11,3 triliun dengan pangsa sebesar 0,2 persen terhadap M1, atau tumbuh 15 persen (yoy), setelah tumbuh 20,2 persen (yoy) pada Juni 2023.
“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, perkembangan uang beredar pada Juli 2023 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit,” ujar Erwin.
Penyaluran kredit pads Juli 2023 tumbuh 8,5 persen (yoy) atau sebesar Rp 6.663,6 triliun, meningkat dibandingkan capaian pada bulan Juni 2023 sebesar 7,8 (yoy). Di sisi lain, perkembangan dana pihak ketiga (DPK) pada Juli 2023 tercatat Rp 7.807,9 triliun, atau tumbuh 7,2 persen (yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh 6,4 persen (yoy).
Selanjutnya, suku bunga simpanan dan suku bunga kredit tercatat meningkat. Rata-rata tertimbang suku bunga kredit tercatat 9,35 persen lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 9,34 persen.
Sementara, suku bunga simpanan berjangka tercatat meningkat pada seluruh tenor yakni tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan dan 24 bulan, masing-masing sebesar 4,54 persen; 4,25 persen; 4,59 persen; 4,80 persen; dan 5,07 persen pada Juli 2023. (Red)


