Menurutnya, hadirnya Bank Indonesia untuk menanamkan mindset kepada pelaku UMKM pentingnya mengatur atau mengelola keuangan secara bijak.
Bahkan, Bank Indonesia juga telah menghadirkan ahli financial player untuk memberikan pencerahan kepada para pelaku UMKM.Kemudian, bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membahas sistem pembelanjaan yang aman dengan resiko yang rendah.
BACA JUGA:Â Menteri Perdagangan Berikan Penghargaan Merdeka Award 2023 ke BP Batam Ini Kategori yang Diraih
“Selain OJK kami juga bersinergi bersama BRK terkait kredit usaha mikro dengan bunga nol persen. Sehingga kami mendorong agar pelaku UMKM aktif mengshare data mereka di aplikasi Siapik,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, pihaknya melibatkan 37 UMKM yang bergerak di bidang makanan dan kerajinan. Serta lima industri termasuk dari Kanwil BPN Kepri dan Koperasi dari Johor Malaysia.
“Dengan adanya ini menunjukkan pentingnya sinergi bagi kami, supaya UMKM di Kepri khususnya di Karimun bisa berkembang baik,” ujarnya.
Hal itu sejalan dengan tiga pilar Bank Indonesia yakni korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan menghubungkan pembiayaan. Dengan permodalan diharapkan pelaku usaha bisa bangkit dan melebarkan usahanya.(*/man)


