HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meninjau rencana pengembangan Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Bahlil menyempatkan berdialog dengan masyarakat setempat, membahas rencana pengembangan pulau tersebut yang akan dijadikan kawasan eco-city.
“Saya mengerti apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Tapi, saya mohon, masyarakat juga mengerti apa yang menjadi tujuan negara,” ujar Bahlil, Minggu (13/8/2023).
Dia menyebutkan pihaknya bersama Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi telah berkomitmen untuk mencari solusi terbaik untuk masyarakat dalam pengembangan Pulau Rempang ke depannya.
Rencana strategis Rempang Eco-City itu juga merupakan salah satu fokus pemerintah pusat. Apalagi, setelah Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke China pada akhir Juli lalu, pengembangan Pulau Rempang sebagai kawasan ekonomi baru atau The New Engine of Indonesian’s Economic Growth dengan konsep “Green and Sustainable City” semakin menjadi prioritas.
Hal tersebut juga karena adanya komitmen investasi dari salah satu perusahaan asal China, Xinyi Internasional Investment Limited untuk berinvestasi di Indonesia.
Terkait hal ini Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi dukungan dari Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia, dalam percepatan pengembangan Pulau Rempang.
BACA JUGA: Kepala BP Batam Buka NFA Cup Berharap Dapat Lahirkan Atlet Berprestasi Dan Membanggakan
Rudi menyampaikan hal tersebut usai mendampingi Bahlil Lahadalia dalam rapat koordinasi pembahasan rencana investasi Rempang yang berlangsung di Hotel Marriott Harbour Bay.


