HARAPANMEDIA.COM, BATAM -Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri melakukan sosialisasi ke kabupaten dan kota yang ada di Kepri. Untuk di Batam mereka melakukan sosialisasi di Sekolah Kalam Kudus Taman Duta Mas, tujuannya untuk meningkatkan minat baca dan literasi terhadap anak-anak.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri, Herry Andrianto, SE,MM mengatakan dipilihnya sekolah Kalam Kudus Duta Mas menjadi tempat para guru melakukan sosialisasi budaya Baca dan Literasi, karena Perpustakaan sekolah Kalam Kudus 2 termasuk peringkat pertama di Batam.
BACA JUGA: Dinas Sosial Bergerak Amankan Peminta-minta, Berharap Batam Bebas dari Gelandangan dan Pengemis
“Kita memilih sekolah itu untuk tempat sosialisasi budaya baca dan literasi karena sekolah itu bagus perpustakaannya. Kita ingin agar para guru-guru dari sekolah lain yang hadir bisa melihat perpustakaan yang dimiliki sekolah ini,” kata Herry pada Kamis (3/8/2023).
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri, saat melakukan sosialisasi membawa Duta Baca Indonesia Gola Gong untuk berdiskusi dengan guru-guru di sela acara sosialisasi Budaya Baca dan Literasi.
Ia menyebut berdasarkan informasi dari UNESCO bahwa untuk mendukung literasi di Indonesia harus membaca tiga buku. Yang terjadi saat ini banyak orang yang ingin baca buku tetapi buku yang dibaca tidak ada seperti di Papua. Karena itu kini dilakukan revitaslisasi.
“Indeks tingkat membaca kita hanya 0,001 artinya dari seribu penduduk Indonesia hanya satu yang punya minat baca. Tapi ini semua bukan kita tidak mau membaca tapi buku yang dibaca itu masih kurang. Dalam setahun disarankan minimal membaca tiga buku. Dengan situasi seperti ini mari kita sama-sama menggalakkan minat untuk membaca,” katanya.
Herry menyebut perlu diketahui bahwa literasi di Kepri ini masih redup padahal pada abad 19 sangat tinggi literasi dengan adanya perpustakaan zaman itu dengan salah satu karya terkenal dari Kepri adalah Gurindam 12. Sampai saat ini Gurindam 12 tidak lekang oleh waktu.


