HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Persoalan pendidikan di Batam, masih saja terjadi. Terbaru Anggota DPRD Kota Batam, Sahat Parulian Tambunan, menemukan ada beberapa anak di Batam yang tidak bisa bersekolah karena tidak ada biaya. Bahkan ada sejumlah anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi yang menghimpit keluarga.
Sahat menyebut pada saat dia reses beberapa waktu lalu, menemukan seorang anak bernama Fahrul datang ke tempat parkir mobilnya. Lalu anak itu meminta untuk disekolahkan karena sudah 12 tahun umurnya dan putus sekolah di kelas 2 SD.
Mendengar itu, Sahat menanyakan orangtuanya dan menemuinya dan ternyata orangtua juga berharap anak itu bisa sekolah tapi kemampuan finansial tidak ada. Lalu Sahat mengurus anak itu untuk melanjutkan ke jalur paket A.
“Saya memasukkan anak ini ke sekolah mengambil paket A, karena secara reguler sudah tidak bisa lagi karena usianya sudah 12 tahun sehingga saya masukkan kejar paket,” kata Sahat, Sabtu (29/7/2023).
Sahat mengatakan selain Fahrul ada juga anak yang mestinya harus masuk sekolah karena usianya sudah 7 tahun namun ditolak pihak sekolah, dengan alasan tidak cukup lagi ruangan.
“Saya ke sekolah itu dan berbicara dengan kepala sekolah SD tersebut, akhirnya anak itu bisa diterima masuk sekolah. Sebelumnya pihak sekolah menyebut tidak bisa lagi diterima karena tempat tidak ada, bahkan sempat tawar menawar dengan orangtua anak tapi setelah saya ke sana akhirnya anak ini diterima masuk sekolah,” kata Sahat saat acara syukuran pembentukan tim SPT di Cafe Nadya miliknya di Baloi.
Politisi Demokrat itu mengatakan saat ini ada delapan orang yang putus sekolah mengadu kepadanya. “Ada delapan orang mereka putus sekolah. Dua orang sudah bisa sekolah saya perjuangkan sedangkan yang lainnya masih terus saya perjuangkan,” katanya.


