Saturday, February 21, 2026
HomeBatamDisnaker Kepri Lakukan Pelatihan ke Warga Tempatan 25 Orang Dinyatakan Kompeten di...

Disnaker Kepri Lakukan Pelatihan ke Warga Tempatan 25 Orang Dinyatakan Kompeten di Bidang Gerinda

HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau mengadakan pelatihan kelaster Gerinda kepada warga tempatan Kecamatan Nongsa di Perusahaan DSAW Kabil.

Pelatihan tersebut untuk memberikan keterampilan bagi warga Tempatan agar bisa bersaing di dunia usaha dan dunia kerja. Mereka mengikuti pelatihan selama 10 hari dan mereka dinyatakan lulus serta berhak mendapatkan sertifikat kompetensi di bidang klaster gerinda. Mereka sudah bisa memotong bahan apa saja sesuai standar yang diinginkan perusahaan.

BACA JUGA: Pasokan Bahan Pokok Tersedia Sampai Mei, Sekda dan Asosisasi Distribusi Sembako Yakin Tak Terjadi Kepanikan

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepri, Ir Mangara Simarmata yang menutup acara pelatihan klaster gerinda menyebut akan terus melakukan pelatihan sehingga bisa mengurangi penganguran. Untuk tahun 2024 mendatang pihaknya akan melakukan pelatihan lebih banyak lagi.

“Kami tidak hanya melakukan pelatihan tapi juga menjalin kerjasama dengan perusahaan lain agar peserta yang sudah dilatih bisa diterima bekerja,” kata Mangara, Senin (17/4/2023).

Ia menyebut ada sejumlah perusahaan yang diajak melakukan MoU untuk bisa menempatkan peserta yang lolos sertifikasi. Selain itu juga meminta mereka memfasilitasi peserta (tenaga kerja) yang mengikuti pelatihan.

BACA JUGA: Pengusaha Malaysia Ajukan Proposal Kecantikan ke RSBP Ingin Wujudkan Perempuan Tangguh dan Mandiri

“Untuk saat ini kita mengadakan pelatihan. Sebab Gubernur sangat konsen agar pengangguran bisa berkurang di Kepri. Lewat pelatihan ini diharapkan pengangguran bisa berkurang,” kata Mangara.

Untuk pelatihan dilakukan mulai dari pelatihan dasar hingga ke upskilling. Ada jenjangnya yaitu 3G,4G,5G dan 6G. Mangara mengatakan kerjasama dengan DSAW melakukan pelatihan klaster gerinda memberikan peluang bagi peserta untuk bisa diterima bekerja.

BACA JUGA  Wali Kota Rudi Ajak Forkopimda Kompak, Wujudkan Batam Kota Baru

Mereka mengikuti pelatihan di dunia usaha dunia industri. Kompetensi yang mereka butuhkan memang jelas sesuai kebutuhan industri. Kalau dulu kita mengikuti pelatihan lewat lembaga pelatihan hanya 26 persen yang tersalurkan di dunia kerja. Sekarang dengan langsung mengikuti pelatihan di industri diharapkan mereka bisa terserap di dunia kerja.

BACA JUGA: PT Timah Serahkan Bantuan Kepada Ratusan Anak Yatim Piatu di Kepulauan Riau dan Provinsi Riau

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI