HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Para pengusaha melakukan kunjungan ke BP Batam untuk menyampaikan keluhannya soal perizinan jasa kepelabuhanan yang menurut mereka masih menyulitkan. Kegiatan dilakukan di Hotel Santika, Selasa (7/3/2023).
Pengusaha yang tergabung dalam sejumlah asosiasi Batam Shipyard Offshore and Offshore Association (BSOA) tersebut meminta agar perizinan saat ini hanya berlaku satu pintu.
“Sebaiknya, semua kewenangan perizinan itu berpusat pada BP Batam saja, tidak membedakan apakah itu PMA, PMDN dan lainnya,” saran Ketua Harian Batam Shipyard Offshore and Offshore Association (BSOA), Novi Hasni.
Pihaknya turut mengapresiasi komitmen BP Batam yang selama ini terus memberikan perhatian kepada industri maritim. Baik dari infrastruktur maupun perizinan jasa kepelabuhanan.
Ia berharap, seluruh pemangku kepentingan di bidang industri shipyard (galangan kapal) dapat saling bersinergi dan mendukung upaya kemajuan bersama.
BACA JUGA: Bea Cukai Karimun Razia Sasar Pedagang Kios dan Warung Temukan 6.776 Batang Rokok Ilegal
Hal ini selaras dengan semangat dan komitmen Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang terus berupaya untuk menjaga investasi seiring kebangkitan industri galangan kapal saat ini.


